Kursor

Senin, 26 Agustus 2013

Jenis pensil


   Macam Macam Pensil

  
Pensil merupakan alat tulis sekaligus sebagai alat gambar yang paling praktis.
Sebenarnya pensil memiliki banyak jenis dan keungulan masing masing, pensil tidak hanya ada 2B dan HB, Seperti pada umunnya sering di temukan di toko terdekat adalah ke dua pensil tersebut. Pensil di dunia sekarang ada lebih dari 350 macam jenis dan jenis yang sering di gunakan pada umunnya adalah :
1.Pensil H dan B
Biasa di gunakan sebagai alat pembuatan bayangan pada warna putih, contohnya seperti baju, dan awan. pensil ini juga Cocok di gunakan sebagai pola dasar atau pembuatan sketsa.
2.Pensil HB
Pensil ini Biasa di gunakan untuk pewarnaan dasar kulit, kususnya pada siang hari dimana pada siang hari warna kulit akan terlihat cerah, HB juga dapat berfungsi sebagai pewarna pada awan ketika mendung dan juga Cocok di gunakan untuk pembuatan sketsa.
3.Pensil 2B
Pensil ini lebih sering di temukan karena pensil ini kusus, karena warnanya yang dapat terbaca komputer dengan jelas. Pensil 2B juga memiliki fungsi yang banyak pada saat meshading sebuah gambar. Umumnya sih digunakan untuk membentuk outline dan asiran dasar(tahap awal)
4.Pensil 3B
Pensil ini memiliki ketebalan yang kuat dari pada pensil 2B, Pensil ini pada dasarnya jarang di gunakan karena warna yang di hasilkan hampir sama dengan 2B dan 4B.
5.Pensil 4B
Memiliki ketebalan lebih yang sangat jelas dari pada pensil 2B, Di gunakan juga sebagai tahap awal dalam pewarnaan gambar.
6.Pensil 5B,6B,7B, dan 8B
Semua pensil ini Biasa digunakan sebagai pengasiran tahap akhir dan memberi asiran gelap terang yang lebih jelas, pensil ini biasa di gunakan untuk membentuk dimensi yang jelas. dan dimana garis yang dibentuk pensil ini cukup tebal dan lunak. jadi pengunaannya ya sebutuhnya sajalah.
7.Pensil Warna Hitam
Pensil ini terdapat pada pensil warna kayu apapun selain pensil kayu murahan, (pilihlah yang bermerek nasional/internasional sperti greeble atau fabercastel). pensil ini memiliki tingkat kehitaman mengalakan pensil 8B. karateristik pensil ini garisnya teratur, dan cukup keras. sangat cocok untuk mengasir bagian tertentu yang memiliki tingkat kegelapan lebih tinggi contohnya malam hari.
8.Pensil Mekanik
Pensil mekanik adalah pensil yang memiliki beberapa keungulan dari semua pensil yang sudah di jelaskan di atas. Pensil ini berupa pensil yang dapat di isi ulang, dan biasanya memiliki karakteristik yang selalu runcing(tipis), keras, dan warna nya yang dapat di atur dari Seperti HB, hingga 8B. Pensil mekanik lebih banyak digunakan untuk para pengambar manga dan pengambar yang menyukai kedetilan contohnya melukis rambut pada semi realis.
9.Pensil Arang
Pensil ini memiliki karakter yaa... seperti arang. tau kan arang itu apa :D. ciri khas pensil ini yaitu berukuran lumayan gede

Biasanya masalah pensil begini banyak dibahas di buku-buku tentang cara gambar atau bikin sketsa gitu. Di buku-buku kayak gitu biasanya penjelasannya lebih lengkap. Cuman, yang gue bahas ini gue ambil dari buku Grafik Arsitektur karya Frank Ching. Nggak selengkap buku yang gue sebut tadi sih, tapi lumayanlah buat tahu-tahuan dikit.
Pensil Gambar

pensil tradisional
Gambar ini menunjukkan tangkai pensil tradisional. Karena pensil ini ukurannya relatif besar, maka jenis pensil ini dapat dipakai untuk membuat berbagai jenis garis yang ketebalannya bermacam-macam. Bagi mereka yang baru mulai, perlu belajar bagaimana caranya meruncingkan pensil ini sehingga mereka mahir menarik garis sambil agak memutar pensilnya menurut sumbu pensil.

cara menggambar dengan memutar pensil pada sumbunya

pensil mekanis
Pensil mekanis ini dilengkapi isi pensil yang bergaris tengah 0.5 mm dan tidak perlu diruncingkan lagi. Pensil semacam ini akan tetap tajam. Namun untuk membuat garis yang benar-benar halus dan tetap tegas, pensil ini harus diputar menurut sumbunya pada waktu menarik garis. Untuk garis yang relatif lebih tebal dan jelas, Anda harus menarik pensil Anda beberapa kali. Isi pensil semacam ini yang bergaris tengah 0.3 mm, 0.7 mm, dan 0.9 mm juga ada.

pensil batang kayu
Pensil biasa yang batangnya terbuat dari kayu dapat juga dipakai untuk membuat gambar teknik. Kayunya harus dikupas sepanjang 3/4″ sehingga isi pensilnya terbuka dan dapat diruncingkan seperti pensil tradisional.
Ketiga jenis pensil di atas dapat menghasilkan gambar yang sama bagusnya. Mana yang akan Anda pilih tergantung dari Anda sendiri maupun keterampilan Anda menggunakannya.
Isi Pensil
4H
- keras dan padat
- digunakan untuk menggambar rencana yang menuntut ketelitian tinggi
- tidak cocok untuk gambar yang firal
- tidak boleh ditekan terlau kuat sewaktu menggambar karena akan meninggalkan bekas di atas kertas dan sukar dihapus
- jika dipakai untuk meggambar di atas kertas kalkir, hasil cetak birunya tidak jelas
2H
- agak keras
- jenis yang paling keras yang bisa dipakai untuk gambar final
- sukar dihapus jika ditekan terlalu kuat
dan H
- sedang
- cocok untuk segala keperluan
- dipakai untuk membuat rencana, gambar final, dan menulis
HB
- lunak
- dipakai untuk membuat garis dan tulisan yang besar/lebar dan jelas
- perlu kesabaran untuk membuat garis-garis yang halus
- mudah dihapus
- hasil cetak birunya cukup baik
- mudah luntur bila kena gesekan
Tingkat kerasnya isi pensil gambar tergantung dari:
1. Jenis isi pensil yang berkisar dari 9H (paling keras) sampai 6B (paling lunak).
2. Jenis dan sifat permukaan kertas (kasar atau halus); semakin kasar permukaannya, semakin keras pensil yang harus Anda pakai.
3. Permukaan meja/alas kertas gambar; semakin keras permukaannya, semakin terasa lunak pensil yang dipakai.
4. Kelembaban; kondisi udara yang mempunyai kelembaban yang tinggi cenderung memperkeras isi pensil.

Nilai-nilai Pensil
     

     Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Cara penggunaan awalnya dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
     Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya "seperti timah" mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.
     Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.
     Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.
     Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang.
     Pada abad ke-19, pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil.
Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan.
     Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte.

pensil gambar dan penghapus dari permohonan paten Hymen Lipman


Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer.

PROSES MODERN
     
     Pensil di era modern dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk. Campuran ini kemudian diberi air, dianginkan, dan kemudian dibakar selama tiga hari. Kemudian isi pensil yang telah dicetak menjadi bentuk yang panjang dan tipis dilapisi dengan kayu halus.
Awalnya pensil lebih banyak dibuat dalam bentuk persegi karena keterbatasan mesin produksi. Namun di era modern, lebih banyak ditemui bentuk bulat yang lebih nyaman digenggam. Meskipun demikian, tetap banyak yang menggemari bentuk pensil bersudut karena memberi pegangan yang lebih kuat dan mudah dikontrol saat menulis.
     Berbeda dengan pena, pensil cenderung memberikan kesan abu-abu dan warna yang lemah dan pecah dibandingan dengan pena yang memberikan warna yang padat dan tajam. Pensil juga lebih mudah dihapus dibandingkan pena.
Beberapa pensil disertai dengan penghapus untuk alasan kepraktisan. Pensil seperti ini sangat disukai pelajar. Namun kebanyakan seniman profesional yang mengutamakan mutu akan lebih menyukai pensil tanpa penghapus, mengingat penghapus ini diragukan mutunya dan frekuensi menghapus yang lebih besar akan membuat penghapus yang terlalu kecil akan cepat terbuang sia-sia.

JENIS

     Pensil dibedakan menurut komposisi. Huruf B menginformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya lebih banyak. Sementara huruf H (hardness) menginformasikan kekerasan komposisi leadnya, yang berarti kandungan tanah liatnya lebih banyak. Pensil dengan tanda F (fine) berarti komposisinya sangat tepat untuk diraut hingga keruncingan maksimal. Sementara angka di depan huruf memperlihatkan tingkat ketebalan atau kekerasan komposisi suatu pensil. Misalnya 2H akan lebih keras daripada H, atau 2B akan lebih lembut dan tebal dibandingkan B. HB berarti pensil memiliki kedua sifat keras dan tebal.
Warna pensil memperlihatkan area produksinya. Pabrik-pabrik di Amerika Utara memberi warna kuning, Jerman dan Brasil memberi warna hijau. India dan beberapa wilayah Asia memberi warna hitam dan merah. Swiss memberi warna merah. Sedangkan Inggris memberi warna kuning dan hitam. Kebanyakan standardisasi warna ini diciptakan produsen Faber-Castell. Namun banyak pula produsen yang tidak mengikuti standar ini.

Pensil HB. Satu diberi label # 2 dan lainnya # 2 ½
     

     
     Banyak pensil di seluruh dunia, dan hampir semua di Eropa, menggunakan ukuran dari "H" (untuk kekerasan / hardness) untuk "B" (untuk kegelapan / blackness), serta "F" (untuk titik halus / fine point). Standar pensil untuk penulisan adalah HB. Menurut Petroski, sistem ini mungkin telah dikembangkan di awal abad 20 oleh Brookman, seorang pembuat pensil Inggris. Dulu "B" untuk hitam dan "H" untuk keras; kelas pensil yang telah dijelaskan oleh urutan atau berurutan H atau B seperti BB dan BBB untuk urutan lebih lembut, dan HH dan HHH untuk urutan lebih keras. 
     Pada 2009, satu set pensil dimulai dari sangat keras (very hard), warna terang untuk pensil sangat lembut. Warna kehitaman biasanya berkisar dari yang paling keras sampai terlembut seperti gambar berikut :


9H8H7H6H5H4H3H2HHFHBB2B3B4B5B6B7B8B9B
HardestMediumSoftest


grafik gradasi mulai dari 9B ke 9H


Merk Koh-i-noor menyediakan dua puluh dari nilai 10h sampai 8B untuk 1500 seri;  merk Derwent menghasilkan dua puluh dari 9H sampai 9B untuk pensil grafis dan merk Staedtler menghasilkan sembilan belas dari 9H sampai 8B untuk pensil Mars Lumographnya.
     Pangsa pasar untuk berbagai macam nilai pensil adalah seniman yang tertarik untuk membuat berbagai macam tone abu-abu terang hingga hitam. Insinyur lebih suka pensil keras yang memungkinkan untuk kendali yang lebih besar yang bentuk ujungnya tajam. Hal ini tercermin dalam cara pensil dikemas dan dipasarkan. Misalnya, untuk pensilDerwent Grafis yang menawarkan tiga paket dari 12 pensil masing-masing: Teknis (dengan nilai yang keras dari 9H sampai B), Sketsa (dengan nilai lembut H sampai 9B), dan Designer (dengan nilai menengah 4H sampai 6B).
     Nilai suatu pensil menggunakan sistem ini yang digunakan untuk mengukur kekerasan dan ketahanan dari pernis dan cat. Daya tahan lapisan (juga dikenal sebagai kekerasan pensilnya) ditentukan berdasarkan nilai dari pensil yang keras itu tidak meninggalkan tanda pada lapisan saat ditekan tegas pada sudut 45 derajat. Metode lain yang umum digunakan angka untuk menunjuk nilai pensil. Awalnya diciptakan oleh Conté dan diadopsi di Amerika Serikat oleh John Thoreau, ayah dari Henry Thoreau, pada abad ke-19.

Tabel berikut menunjukkan perkiraan setara antara sistem yang berbeda:

ToneU.S.World
#1B
#2HB
#2½ *F
#3H
#42H
Meskipun sistem Conté / Thoreau diterima secara luas, tidak semua produsen mengikutinya, misalnya, Faber-Castellmenggunakan tabel kesetaraan yang berbeda pada Grip 2001 pensilnya: 1 = 2B, 2 = B, 2 ½ = HB, 3 = H, 4 = 2H.

     Tingkatan grafit berbagai pensil yang dicapai dengan mengubah proporsi grafit untuk tanah liat: tanah liat yang banyak untuk pensil yang lebih keras. Dua pensil dengan nilai yang sama tetapi dari pabrik yang berbeda tidak selalu sama atau tidak memiliki kekerasan yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar